Materi Perkuliahan Tehnik Sipil ILMU KEKUATAN BAHAN

on Jumat, 26 Juli 2013
ILMU KEKUATAN BAHAN

KEKUATAN BAHAN (STRENGTH OF MATRIALS)
Ø Mempelajari bahan kaitannya dengan gaya luar yang bekerja dan pengaruhnya terhadap pemilihan bahan.
Ø Ilmu kekuatan bahan dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang kekuatan suatu konstruksi (gedung atau bangunan). Suatu konstruksi dapat dikategorikan bagus dan dapat dipertanggung jawabkan (accountable) apabila telah dihitung berdasarkan ilmu kekuatan bahan secara benar.
Ø Dalam ilmu kekuatan bahan akan dipelajari tentang banyak hal misalnya : jenis pembebanan yang diberikan, gaya-gaya yang bekerja didalamnya, tegangan-tegangan yang terjadi, jenis bahan dan kasus pembebanan yang diberikan sampai menentukan tegangan yang diizinkan sehingga seorang Engineer dapat menentukan jenis bahan, dimensi dan mengontrol kekuatan suatu konstruksi mekanik sesuai dengan fungsi dari ilmu kekuatan bahan itu sendiri. 
Ø Secara garis besar fungsi dari ilmu kekuatan bahan yakni : 
1. Menentukan dimensi yang proporsional.
2. Menentukan beban maksimum.
3. Menentukan bahan yang sesuai atau cocok.
4.  Mengontrol kekuatan bahan dengan melakukan comparisson study (studi banding) antara tegangan yang terjadi dengan tegangan yang diizinkan.

-       Sistem gaya dan beban
Yaitu mempelajari  gaya-gaya yang bekerja pada struktur, untuk menentukan besarnya ukuran/dimensi penampang dari konstruksi yang dibuat.
Gaya adalah   - besaran yang yang mempunyai nilai dan arah, contoh: gaya dorong, gaya tarik, gaya gesek, dll.
-  Sesuatu yang menyebabkan kondisi gerak suatu benda.
Macam gaya, ditinjau dari letak/posisi gaya :
1.    Gaya luar à gaya yang bekerja pada suatu benda/struktur
2.    Gaya dalam à gaya yang melawan, gaya yang bekerja pada suatu struktur.

Beban
Beban-beban yang bekerja pada suatu struktur dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kategori, yaitu :
1. Beban Mati (Dead Loads)
Beban mati adalah segala sesuatu bagian struktur yang bersifat tetap, termasuk dalam hal ini berat sendiri struktur.
Sebagai contoh adalah berat sendiri balok, kolom, pelat lantai dan dinding. Contoh lain adalah atap, dinding, jendela, plumbing, peralatan elektrikal, dan lain sebagainya.
2. Beban Hidup (Live Loads)
Beban hidup adalah semua beban yang bersifat dapat berpindah-pindah (beban berjalan), atau beban yang bersifat sementara yang ditempatkan pada suatu tempat tertentu.
Sebagai contoh adalah beban kendaraan pada area parkir, kelengkapan meja/kursi pada kantor, dinding partisi, manusia, beban air pada kolam renang, beban air pada tangki air, dan lain sebagainya.
3. Beban Gempa (Earthquake Loads)
Beban gempa adalah beban yang bekerja pada suatu struktur akibat dari pergerakan tanah yang disebabkan karena adanya gempa bumi (baik itu gempa tektonik atau vulkanik) yang mempengaruhi struktur tersebut.
Gempa mengakibatkan beban pada struktur karena interaksi tanah dengan struktur dan karakteristik respons struktur.
4. Beban Angin (Wind Loads)
Beban angin adalah beban yang bekerja pada suatu struktur, akibat pengaruh struktur yang mem-blok aliran angin, sehingga energi kinetic angin akan dikonversi menjadi tekanan energi potensial, yang menyebabkan terjadinya beban angin.
Efek beban angin pada suatu struktur bergantung pada berat jenis dan kecepatan udara, sudut luas angin, bentuk dan kekakuan struktur, dan faktor-faktor yang lain.
5. Lain-lain
Pada beberapa tempat di beberapa negara, terdapat beban salju. Beban salju diperhitungkan dalam desain atap struktur bangunan.
Selain itu, terdapat pula beban air hujan. Pada umumnya beban air hujan juga diperhitungkan dalam desain atap struktur bangunan.
Macam beban, berdasarkan bentuknya :
1.    Beban terpusat à beban yang bekerjanya hanya pada satu titik saja. Satuannya : kg, kN. Contoh : orang, as kendaraan.
2.    Beban terbagi merata à beban yang bekerja pada suatu bidang dengan panjang atau luasan tertentu. Satuannya : kg/m, kg/m2. Contoh : berat sendiri, berat lantai.
3.    Beban segitiga à beban yang bekerja pada suatu bidang tetapi tidak merata dan bentuk bebannya seperti segitiga. Contoh : beban air pada dinding, beban tanah pada penahan tanah.
4.    Beban trapesium à gabungan antara beban segitiga dan beban merata.
Jika ditinjau dari arahnya (beban) dan akibatnya terhadap komponen yang menahannya, pembebanan dikategorikan menjadi 5 jenis, yaitu :
a. Pembebanan Tarik yakni apabila gaya yang bekerja sejajar dengan garis sumbu atau tegak lurus terhadap penampang potong berorientasi kerja keluar (menjauh) sehingga mengakibatkan batang atau elemen konstruksi mengalami perpanjangan.
b. Pembebanan Tekan yakni apabila gaya yang bekerja sejajar dengan garis sumbu atau tegak lurus terhadap penampang potong berorientasi kerja kedalam (menuju) sehingga mengakibatkan batang atau elemen konstruksi mengalami perpendekan.
c. Pembebanan Bengkok yakni apabila gaya yang bekerja dengan jarak tertentu terhadap penampang potong yang mengakibatkan momen bending pada batang atau elemen konstruksi tersebut.
d. Pembebanan Geser yakni apabila gaya yang bekerja sejajar dengan penampang potong atau tegak lurus terhadap garis sumbu yang mengakibatkan elemen kontruksi (batang) mengalami pergeseran.

e. Pembebanan puntir yakni apabila gaya yang bekerja sejajar penampang potong dengan jarak radius tertentu terhadap sumbu batang (garis sumbu) yang mengakibatkan momen puntir .

0 komentar:

Posting Komentar